Posted by admin on Nov 22, 2009
Wahai saudariku perbaikilah busana/pakaian kalian…
apakah pakaian kalian sudah benar menurut syari’at Islam?
ketahuilah saudariku…
bahwa fitnah kalian itu jauh lebih besar dari fitnah apapun didunia ini bagi kaum pria…
dan diantara fitnah kalian terhadap kaum pria adalah keluarnya kalian dari rumah-rumah kalin, padahal hukum asalnya kalian adalah di rumah.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu (Al-Ahzab. 33)
Namun kalian di ijinkan keluar rumah untuk keperluan-keperluan yang maslahat itupun dengan syarat-syarat yang telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam Al-Qur’an dan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dalam As-Sunnah.
dalam kalimat selanjutnya Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu (Al-Ahzab . 33)
Jadi saudariku…
tolong perhatikan apakah keluarnya kalain dari rumah bisa mnyebabkan fitnah bagi kaum pria atau tidak?
Read More…
Posted by admin on Nov 22, 2009
Bila anda seorang muslimah dewasa dan masih belum menutup auratnya dengan hijab dan jilbab yang benar, maka ada baiknya merenungkan kembali alasan anda dengan menyimak dialog pemikiran dbawah ini.
Read More…
Posted by admin on Nov 22, 2009
Menjadi ibu rumah tangga atau bergelutnya wanita dalam lingkup domestik merupakan kemunduran adalah sekelumit citra yang kuat tertanam sebagai buah dari propaganda emansipasi. Dengan ini, para wanita pun terpacu untuk mengejar karir meski hanya untuk meraih simbol status. Padahal tanpa disadari, banyak hal yang mereka pertaruhkan di sini.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa ini sangat tepat untuk menggambarkan keadaan kaum wanita di era kiwari. Ini terkait perjuangan emansipasi yang menghendaki kebebasan kaum wanita manggung di ruang publik. Betapa tidak. Kala gerakan emansipasi ini menggerus feodalisme yang mengungkung kaum wanita, dan menyuarakan kebebasan untuk berkarir, pada saat itu kaum wanita terpelanting pada arus budaya kapitalisme. Wanita menjadi komoditas, barang dagangan utama. Wanita dieksploitasi para pemilik modal (kapitalis).1 Suara kebebasan yag didengungkan hanya mengantarkan kaum wanita menjadi mesin-mesin ekonomi. Harkat, martabat, dan kemuliaan yang dicitakan cuma sebatas angan. Malang nian nasib kaum wanita. Lepas dari mulut buaya, masuk mulut harimau. Emansipasi tak mampu mengangkatnya dari titik nadir keterpurukan.
Read More…
Posted by admin on Nov 19, 2009
Hakikat Emansipasi Wanita Emansipasi wanita tentu bukan lagi ‘barang’ yang asing saat ini. Terlebih istilah itu sering diserukan dan didengungkan baik melalui media cetak, media elektronik, ataupun forum-forum seminar. Emansipasi itu sendiri merupakan gerakan untuk memperoleh pengakuan persamaan kedudukan, derajat serta hak dan kewajiban dalam hukum bagi wanita. (Lihat Kamus Ilmiah Populer) Lantas siapakah pengusungnya dan apa targetnya? Pengusungnya adalah musuh-musuh Islam. Sementara targetnya adalah untuk menebarkan kebencian terhadap agama Islam dengan menampilkan potret yang bukan sebenarnya. Mereka kesankan bahwa Islam adalah agama yang memasung hak-hak kaum wanita, membelenggu kebebasannya serta mengubur segala potensinya. Target berikutnya adalah untuk menjerumuskan kaum wanita ke dalam jurang kenistaan, manakala terpengaruh dengan syubhat emansipasi tersebut dan melepaskan dirinya dari rambu-rambu dan bimbingan Islam yang suci.
Read More…
Posted by admin on Okt 27, 2009
Penulis : Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Hak seorang muslim atas muslim yang lain sangat banyak dijelaskan dalam al-Our’an dan as-Sunnah. Jika seluruh kaum muslimin memenuhi hak-hak tersebut niscaya akan terwujud ukhuwah Islamiyah yang didambakan oleh setiap muslim.
Di antara hadits yang menerangkan hal tersebut adalah apa yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلاَمِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيْضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيْتُ الْعَاطِسِ. متفق عليه
Hak seorang muslim atas muslim yang lainnya ada lima: menjawab salam, menengoknya jika sakit, mengantarkan jenazahnya, memenuhi undangannya, dan menjawab seorang yang bersin. (HR. Bukhari Muslim)
Read More…
Posted by admin on Okt 27, 2009
Penulis : Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Salam adalah sapaan Nabi Adam ‘Alaihis salam dan anak turunannya
Ucapan salam “السلام عليكم” adalah ucapan selamat yang telah diajarkan sejak nabi adam ‘Alaihis salam diciptakan. Kemudian ucapan salam ini menjadi kalimat sapaan bagi seluruh anak turunannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَمَّا خَلَقَ اللهُ آدَمَ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ وَهُمْ نَفَرٌ مِنَ الْمَلآئِكَةِ جُلُوسٌ فَاسْتَمِعْ مَا يُجِيبُونَكَ فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ قَالَ فَذَهَبَ. فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَقَالُوا: السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. قَالَ: فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. متفق عليه
Ketika Allah Subhanahu wata’ala menciptakan Adam, Allah berfirman kepadanya: ”Pergilah engkau dan berikanlah salam kepada mereka –yakni para malaikat yang ada di sana, dengarkanlah apa jawaban mereka, karena itu adalah sapaanmu dan sapaan anak turunanmu”. Maka Adam mengucapkan kepada para malaikat: “Assalamu ’alaikum”. Mereka menjawab: “Assalamu ‘alaika Warahmatullah”. Yakni mereka menambah dalam jawaban salamnya dengan kalimat “Warahmatullah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Read More…