Posted by admin on Des 09, 2009
Penulis: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf
Setiap mukmin pasti tidak bisa memungkiri pengakuan dalam lubuk hatinya yang paling dalam bahwa Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah figur guru/pengajar yang terbaik. Sehingga metode Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam dalam menanamkan keyakinan aqidah kepada para Sahabatnya, termasuk yang masih sangat muda belia, adalah metode yang paling relevan diterapkan dalam berbagai situasi zaman.
Read More…
Posted by admin on Des 04, 2009
Penulis: Al-Imam Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani -rahimahullah-
Kiranya sangat bermanfaat untuk disajikan di sini sedikit atau sebagian perkataan mereka, dengan harapan, semoga di dalamnya terdapat pelajaran dan peringatan bagi orang yang mengikuti mereka, bahkan bagi orang yang mengikuti selain mereka yang lebih rendah derajatnya dari taqlid buta, dan bagi orang yang berpegang teguh kepada madzab-madzab dan perkataan-perkataan mereka, sebagaimana kalau madzab-madzab dan perkataan-perkataan itu turun dari langit.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala, berfirman: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)”. (QS. Al-Araf :3)
Read More…
Posted by admin on Nov 22, 2009
Penulis : Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Di samping golongan para pengingkar sunnah yang menolak hadits-hadits shahih dengan akal dan hawa nafsunya, ada pula golongan yang “sok tahu”. Mereka berbicara sesuatu tanpa ilmu. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Dajjal itu akan keluar dari segitiga bermuda, Dajjal adalah Amerika karena memandang dengan sebelah mata yaitu mata dunia, Ya’juj wa ma’juj adalah pasukan mongol dan lain-lain.
Read More…
Posted by admin on Nov 19, 2009
Hakikat Emansipasi Wanita Emansipasi wanita tentu bukan lagi ‘barang’ yang asing saat ini. Terlebih istilah itu sering diserukan dan didengungkan baik melalui media cetak, media elektronik, ataupun forum-forum seminar. Emansipasi itu sendiri merupakan gerakan untuk memperoleh pengakuan persamaan kedudukan, derajat serta hak dan kewajiban dalam hukum bagi wanita. (Lihat Kamus Ilmiah Populer) Lantas siapakah pengusungnya dan apa targetnya? Pengusungnya adalah musuh-musuh Islam. Sementara targetnya adalah untuk menebarkan kebencian terhadap agama Islam dengan menampilkan potret yang bukan sebenarnya. Mereka kesankan bahwa Islam adalah agama yang memasung hak-hak kaum wanita, membelenggu kebebasannya serta mengubur segala potensinya. Target berikutnya adalah untuk menjerumuskan kaum wanita ke dalam jurang kenistaan, manakala terpengaruh dengan syubhat emansipasi tersebut dan melepaskan dirinya dari rambu-rambu dan bimbingan Islam yang suci.
Read More…
Posted by admin on Nov 19, 2009
Berikut ini adalah pernyataan rujuknya para asatidzah dari kesalahan masa lalu ketika masih terlibat dalam Laskar Jihad. Pernyataan ini juga sekaligus sebagai bantahan syubhat para hizbiyun (termasuk Wahdah Islamiyah) yang senantiasa menggunakan dalil tentang bentuk kesalahan yang dilakukan para salafiyyin pada masa lalu ketika berkecimpung di dalam Laskar Jihad. Ini juga menjadi salah satu bukti bahwa Rujuk kepada Kebenaran adalah jalannya para salafush shalih dari generasi sahabat, tabi’in, tabi’ut-tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan istiqomah hingga hari ini. Bukanlah termasuk para pengikut salaf jika sudah sampai kepadanya sebuah kebenaran kemudian masih ada jalan lain untuk mengelak dari kebenaran tersebut dengan alasan toleransi, muwazanah (manhaj timbangan), dan jalan lain yang berusaha dibuat-buat untuk dijadikan sebagai “lahan” dakwah bagi organisasinya (MAYORITAS untuk KOMUNITAS). Allahu musta’an.
Read More…
Posted by admin on Nov 18, 2009
Menjelang pesta demokrasi alias pemilu, begitu banyak persiapan yang dilakukan para pengusungnya, dari kota sampai ke desa; berjajar partai-partai yang akan turun ke kancah politik. Mulai dari partai senior sampai partai junior, bahkan partai yang menisbahkan dirinya kepada Islam pun tidak mau ketinggalan mengambil posisi dalam memeriahkan pesta demokrasi. Tak ada satu jalan pun kecuali telah dipenuhi dengan baleho-baleho para caleg, spanduk-spanduk partai, stiker, dan atribut lainnya. Beribu-ribu ungkapan dan janji yang tertulis hampir di setiap sudut kota. Semuanya terkadang buat bingung; yang mana harus dipilih?
Read More…
Posted by admin on Nov 18, 2009
Berikut ini adalah fatwa Syaikh Fauzan tentang hukum pemilu dan demonstrasi yang kami ambil dari www.mimbarislami.or.id. Fatwa ini merupakan salah satu dari beberapa fatwa beliau yang berkenaan dengan pemilu. Salah satu ormas Islam (Wahdah Islamiyah) dan beberapa hizby lainnya bahkan mengambil fatwa beberapa ulama salaf untuk mendukung keputusan mereka mengajak kaum muslimin untuk melakukan Pemilu. Yang dengan fatwa para ulama tersebut mereka mengambil sebagiannya jika memang bermanfaat dan membuangnya jika fatwa tersebut tidak menguntungkan bagi mereka. Seharusnya mereka mengambil fatwa dari para pendahulu mereka dari kelompok Ikhwanul Muslimin seperti Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, dll, supaya terlihat jelaslah siapa yang berada di atas manhaj salaf dan siapa yang diatas manhaj ikhwani. Allahu Musta’an.
Read More…
Posted by admin on Nov 18, 2009
Sudah menjadi kebiasaan dari bengsa yang tertinggal akan selalu meniru dari bangsa yang maju padahal bangsa yang maju tersebut adalah kaum kuffar…
baru saja kita menyaksikan betapa umat islam indonesia ini harus dengan terpaksa meniru gaya negara kafir amerika dalam memilih calon pemimpin…
memang benar kata Rasulullah :
“Kamu akan mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Rasulullah bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?” ( HR. Bukhori dan Muslim ).
Read More…
Posted by admin on Nov 11, 2009
Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi al-Atsari
(Diambil dari majalah Asy-Syari’ah edisi 05/I/Muharram 1425 H, hal. 10-14 dengan diringkas)
Sumber : Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi 23/Th. I
Apa itu Hukum Mayoritas?
Yang dimaksud dengan hukum ma-yoritas dalam pembahasan kali ini adalah suatu ketetapan hukum di mana jumlah mayoritas merupakan patokan kebenaran dan suara terbanyak merupakan keputusan yang harus diikuti meski bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallahu’alaihi wasalam.
Sejauh mana keabsahan hukum mayo-ritas ini? Untuk mengetahui jawabannya, perlu ditelusuri terlebih dahulu oknumnya (pengusungnya), yang dalam hal ini adalah manusia, baik tentang hakikat dirinya, si-kapnya terhadap para rasul, atau pun syariat. Dengan diketahui keadaan oknum mayoritas, maka akan diketahui pula sejauh mana keabsahan hukum tersebut.
Hakikat Jati Diri Manusia
Manusia adalah satu-satunya makhluk Allah yang menyatakan diri siap memikul
Read More…
Posted by admin on Nov 11, 2009
Oleh : Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Sumber : Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi Perdana
UMAT MANUSIA pada awalnya merupakan satu umat dan satu aqidah. Hal tersebut terjadi sejak masa nabi Adam sampai masa sebelum diutusnya nabi Nuh.
Allah berfirman:
( كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللهُ النَّبِيِّيْنَ مَبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ. (البقرة: 213
Manusia dahulunya adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para Nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan (al-Baqarah: 213)
Read More…